GEOTHERMAL

Universitas Jambi Perkuat Sinergi Multipihak untuk Geothermal Lestari di TNKS

Universitas Jambi Perkuat Sinergi Multipihak untuk Geothermal Lestari di TNKS
Universitas Jambi Perkuat Sinergi Multipihak untuk Geothermal Lestari di TNKS

JAKARTA - Fakultas Pertanian Universitas Jambi (Unja) mendorong terwujudnya kesepahaman lintas pihak dalam pengembangan energi geothermal yang ramah lingkungan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Provinsi Jambi, melalui sebuah workshop multipihak yang digelar Rabu (19/2). Kegiatan ini menghimpun berbagai pemangku kepentingan untuk menyatukan visi dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Graho Nyabu dengan tetap menjaga kelestarian kawasan konservasi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Membangun Titik Temu Beragam Kepentingan

Workshop tersebut merupakan inisiatif Fakultas Pertanian Unja untuk menjembatani pandangan antara akademisi, pemerintah daerah, dan pihak industri energi panas bumi, khususnya PT EDC yang mengelola PLTP Graho Nyabu di kawasan TNKS. Hadir pula dalam kegiatan itu pejabat daerah dan berbagai pemangku kepentingan yang menyadari bahwa pembangunan energi bersih harus berjalan berdampingan dengan perlindungan lingkungan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Unja, Prof Depison, menyampaikan pada pembukaan bahwa pengelolaan sumber energi yang baik harus memperhatikan aspek kelestarian lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat. “Harapannya, kesepahaman antar-pihak dapat tercapai dan pembangunan tetap berjalan tanpa mengesampingkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Pernyataan ini menggambarkan pandangan Unja bahwa pembangunan energi tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab sosial lingkungan.

Mengakselerasi Energi Terbarukan dengan Kesadaran Lingkungan

Dekan Fakultas Pertanian Unja, Dr Forst Bambang Irawan, menekankan pentingnya workshop sebagai ruang strategis untuk menyatukan persepsi berbagai pihak. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa pengembangan energi panas bumi harus didasari pemahaman kebutuhan energi bersih untuk masa depan, namun tetap mengingat status TNKS sebagai kawasan konservasi yang diakui sebagai warisan dunia.

Diskusi berlangsung intens dengan menghadirkan narasumber yang memaparkan berbagai aspek penting pengembangan geothermal, antara lain opsi alih energi menuju energi baru dan terbarukan di Provinsi Jambi, serta regulasi mengenai pemanfaatan kawasan konservasi sebagai sumber energi panas bumi. Selain itu, terdapat pemaparan rinci mengenai potensi Graho Nyabu sebagai sumber energi listrik yang bersih dan berdampak positif bagi daerah.

Peran Pemerintah dan Komunitas Lokal

Perwakilan Inspektorat Kabupaten Merangin, Jaya Kusuma, turut menyampaikan harapannya terkait dampak positif yang bisa dihadirkan lewat pengembangan PLTP Graho Nyabu. Ia menyoroti potensi peningkatan pemanfaatan energi terbarukan di Kabupaten Kerinci yang bisa bersinergi dengan penguatan sektor pariwisata, terutama di wilayah Jangkat. “Melalui kesepahaman ini, kita dapat menghijaukan hutan dan menjaga alam bersama-sama,” kata Jaya Kusuma, menegaskan bahwa keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan merupakan landasan penting dalam rencana tersebut.

Kegiatan ini juga melibatkan pejabat pemerintah daerah lain, termasuk Wakil Bupati Kerinci Murson dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi, Tandry Adi Negara. Keikutsertaan mereka memperlihatkan dukungan pemerintah daerah terhadap strategi pengembangan energi terbarukan yang inklusif dan berkelanjutan. Kehadiran Kepala Bidang Pengelolaan TNKS Wilayah I Jambi, M. Zainuddin, serta Graho Nyabu Project Manager PT EDC Indonesia, Dimas Ajiputra Samsudin Toengkagie, menunjukkan komitmen multi pihak dari berbagai sektor untuk mendukung agenda tersebut.

Pendalaman Isu Strategis dan Diskusi Kelompok

Selain sesi presentasi materi, workshop juga diisi dengan diskusi kelompok yang dirancang untuk memperkaya pemahaman tentang isu-isu strategis dalam pengembangan geothermal. Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok yang masing-masing fokus pada aspek sosial budaya masyarakat, ekologi kawasan, serta dampak sosial ekonomi. Pendekatan ini memberi ruang bagi peserta untuk mengidentifikasi dan membahas tantangan serta peluang dari berbagai sudut pandang.

Diskusi kelompok ini menjadi bagian penting dalam merumuskan strategi yang komprehensif, mencakup kebutuhan energi masa depan dan perlindungan lingkungan. Dengan pendekatan kolaboratif, para pemangku kepentingan diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi praktis yang bisa diterapkan dalam tahapan berikutnya dari pengembangan PLTP Graho Nyabu.

Komitmen Unja terhadap Energi Berkelanjutan dan Kesejahteraan Masyarakat

Melalui workshop tersebut, Universitas Jambi menegaskan perannya sebagai fasilitator yang aktif dalam dialog antar-pihak. Unja berkomitmen untuk mendukung pengembangan energi panas bumi berkelanjutan yang tidak hanya memperhatikan aspek teknis dan ekonomi, tetapi juga kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan di Provinsi Jambi.

Dengan sinergi yang terus diperkuat antara akademisi, pemerintah daerah, pengelola industri, dan komunitas lokal, pengembangan energi panas bumi di TNKS diharapkan menjadi contoh bagaimana energi terbarukan dapat dikelola secara berkelanjutan, selaras dengan tujuan konservasi dan kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index