BURSA

Bursa Saham IHSG Melesat Ke Level 8.310 Didukung Lonjakan Sektor Energi dan Transaksi Besar

Bursa Saham IHSG Melesat Ke Level 8.310 Didukung Lonjakan Sektor Energi dan Transaksi Besar
Bursa Saham IHSG Melesat Ke Level 8.310 Didukung Lonjakan Sektor Energi dan Transaksi Besar

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan ke level 8.310 pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, setelah pasar kembali beroperasi usai libur Tahun Baru Imlek. Penguatan ini terjadi di tengah dinamika pasar regional serta sentimen positif dari dalam negeri yang mendorong minat beli investor. Penguatan IHSG kali ini tak hanya sekadar angka, tetapi ditopang oleh transaksi besar-besaran dan aksi beli kuat pada sejumlah saham unggulan.

Kinerja IHSG dan Aktivitas Perdagangan

Perdagangan Rabu sore mencatat kenaikan IHSG sebesar 1,19 persen, atau 97 poin, dari posisi sebelumnya, sehingga indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus kembali angka psikologis di atas 8.300. Volume perdagangan mencapai 516,6 juta lot saham, menghasilkan nilai transaksi yang mencatatkan angka mencapai Rp23,49 triliun. Aksi jual-beli di pasar saham terasa sangat aktif, mencerminkan kepercayaan pelaku pasar terhadap kondisi pasar modal saat ini.

Lonjakan ini juga sejalan dengan aktivitas investor asing yang tercatat melakukan pembelian bersih saham dengan nilai yang kuat, sejalan dengan data yang menunjukkan tingginya minat terhadap instrumen saham domestik. Sentimen ini menambah kepercayaan pasar di tengah optimism global yang mulai mereda setelah libur panjang.

Sektor Energi Jadi Penggerak Utama Penguatan

Sektor energi tampil sebagai pendorong utama penguatan IHSG, dengan sektor tersebut mencatat kenaikan terbesar dibandingkan sektor lain. Indeks sektoral energi tampak sangat aktif, dengan sejumlah saham energi mencatatkan penguatan signifikan. Beberapa saham unggulan yang mencatatkan kenaikan besar antara lain saham-saham seperti BIPI yang naik 34,52 persen, ELSA naik 8,79 persen, dan INDY yang meningkat 6,74 persen pada perdagangan hari itu. Selain itu, saham-saham lain seperti MEDC, PTBA, ADRO, HRUM, dan ITMG juga mencatatkan penguatan yang turut memberi kontribusi besar terhadap kenaikan IHSG.

Penguatan sektor energi mencerminkan respon positif pasar terhadap kondisi harga komoditas global serta harapan mengenai prospek kinerja emiten energi di tengah negosiasi geopolitik yang berimbas pada harga minyak dunia yang sedikit menguat. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai kembali menaruh perhatian pada fundamental sektoral sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasi.

Pergerakan Saham Top Gainers dan Top Losers

Di tengah penguatan IHSG, terdapat sejumlah saham yang mencatatkan performa terbaik (top gainers) dalam indeks LQ45, yaitu MBMA, MEDC, EMTK, ADMR, BMRI, AMRT, dan BREN. Kenaikan saham-saham ini menjadi sorotan karena volume perdagangannya yang tinggi dan mendorong pergerakan indeks keseluruhan.

Sementara di sisi lain, sejumlah saham mencatatkan tren turun (top losers) seperti DSSA, BUMI, SMGR, INCO, UNVR, PGEO, dan CTRA, yang menunjukkan adanya aksi profit taking di sejumlah saham setelah lonjakan harga yang terjadi. Namun secara keseluruhan, jumlah saham yang menguat jauh lebih dominan dibandingkan yang melemah, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap indeks utama.

Sentimen Pasar Global dan Regional

Pergerakan positif IHSG juga dipengaruhi oleh kondisi bursa regional di Asia. Bursa Jepang dan Australia tercatat menguat pada hari yang sama, meskipun beberapa pasar lain seperti Tiongkok dan Hong Kong masih tutup karena perayaan Imlek. Sentimen global yang cenderung stabil memberikan ruang bagi investor domestik untuk kembali aktif di pasar saham.

Di sisi lain, beberapa sentimen global seperti negosiasi geopolitik terkait pasokan energi dunia turut memberi tekanan tersendiri. Harga minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) tercatat sedikit meningkat di tengah perkembangan negosiasi internasional, yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan saham sektor energi di Indonesia.

Prospek Perdagangan Selanjutnya

Melihat kembali momentum penguatan yang signifikan ini, sejumlah analis pasar menyatakan bahwa IHSG memiliki potensi untuk melanjutkan tren positifnya dalam perdagangan berikutnya, terutama jika fundamental domestik terus menunjukkan perbaikan dan sentimen global tetap stabil. Ekspektasi terhadap keputusan Bank Indonesia dalam waktu dekat juga menjadi salah satu faktor yang dinantikan pasar.

Namun, pelaku pasar juga akan tetap mencermati data ekonomi penting dan kondisi pasar global yang bisa mempengaruhi arah IHSG secara keseluruhan. Dengan pergerakan sektor energi yang begitu dominan di pergerakan terakhir, investor akan terus mengamati apakah sektor lain juga ikut menjadi pendorong dalam fase penguatan selanjutnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index