JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) resmi memberlakukan perubahan jadwal operasi kereta cepat Whoosh rute Jakarta–Bandung seiring dengan berlangsungnya pekerjaan pemindahan kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang melintang langsung di atas jalur operasional kereta di wilayah Padalarang–Tegalluar Summarecon.
Perubahan ini berlangsung sementara dan bertujuan untuk menjaga keselamatan operasional serta kelancaran proyek pemindahan kabel yang akan berlangsung hingga pertengahan Maret 2026.
Periode Perubahan Jadwal Operasi
Perubahan jadwal resmi diterapkan mulai 18 Februari 2026 dan dijadwalkan berlangsung sampai 12 Maret 2026. Selama periode ini, perjalanan Whoosh yang biasanya mencapai 56 perjalanan per hari dikurangi menjadi sekitar 42 perjalanan. Jadwal keberangkatan harian dirancang ulang sehingga penumpang dan calon penumpang diminta memeriksa kembali tiket yang telah dibeli melalui kanal penjualan resmi KCIC.
Menurut informasi yang disampaikan, penyesuaian jadwal ini merupakan tindakan antisipatif untuk memastikan seluruh proses pemindahan kabel berlangsung dengan standar keselamatan dan prosedur operasi yang ketat. Pengurangan jumlah perjalanan ini akan memberikan ruang waktu yang cukup bagi tim teknis yang bekerja di area proyek tanpa menimbulkan dampak safety bagi perjalanan kereta cepat.
Rincian Jadwal Keberangkatan Whoosh
Dengan penyesuaian yang dilakukan, kereta cepat Whoosh tetap melayani rute dari Stasiun Halim dan Stasiun Tegalluar Summarecon dengan jadwal yang tertata lebih ketat. Keberangkatan pertama dari Stasiun Halim diperkirakan dimulai pukul 07.25 WIB, sementara keberangkatan terakhir dari stasiun yang sama dijadwalkan pada pukul 20.00 WIB.
Sementara itu, dari Stasiun Tegalluar Summarecon, kereta pertama berangkat pukul 07.35 WIB dengan jadwal terakhir pada 20.05 WIB. Penyesuaian ini sedikit menggeser waktu operasional dibanding jadwal reguler seperti sebelum adanya proyek kabel, namun tetap mempertahankan jam operasional utama yang memadai bagi penumpang yang akan melakukan perjalanan.
Alasan Perubahan dan Tanggung Jawab Keselamatan
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menjelaskan bahwa pemindahan kabel SUTT tersebut berada tepat di atas jalur yang dilintasi kereta cepat. Karena posisinya berada di area kritis yang berkaitan langsung dengan keselamatan operasional, pekerjaan tersebut harus dilakukan sesuai standar keselamatan tinggi dan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat. Oleh karena itu, penyesuaian jadwal dianggap sebagai langkah paling tepat untuk menjaga keselamatan penumpang dan memastikan proses teknis pemindahan kabel berjalan lancar.
Eva juga menambahkan bahwa keselamatan operasional menjadi prioritas utama sehingga proses pemindahan kabel tidak dapat berjalan bersamaan dengan jadwal operasi kereta cepat yang padat tanpa adanya penyesuaian. Dengan adanya waktu kosong tertentu antara perjalanan, tim teknis dapat bekerja tanpa terganggu oleh jadwal kereta yang berlalu-lalang di atas lokasi proyek.
Pengaruh pada Aktivitas Penumpang dan Layanan
Dengan adanya pengurangan jumlah perjalanan dari 56 menjadi 42 per hari, penumpang diimbau untuk lebih teliti saat memesan tiket dan memperhatikan jam keberangkatan yang tertera dalam tiket masing-masing. Tiket dengan jadwal lama mungkin sudah tidak berlaku lagi untuk periode perubahan ini, sehingga calon penumpang harus memastikan jadwal yang terbaru sesuai dengan jadwal operasional yang baru diumumkan oleh KCIC.
KCIC menegaskan bahwa penyesuaian jadwal ini sifatnya sementara dan akan kembali normal setelah pekerjaan pemindahan kabel selesai dilaksanakan. Masyarakat pun diminta bersabar dan tetap mengikuti informasi resmi melalui kanal penjualan tiket maupun media sosial resmi KCIC agar tidak terjadi kebingungan saat hendak melakukan perjalanan menggunakan kereta cepat Whoosh.
Persiapan Proyek dan Target Penyelesaian
Proyek pemindahan kabel ini merupakan salah satu bagian dari sejumlah pekerjaan teknis yang harus diselesaikan untuk menjaga infrastruktur jalur kereta cepat tetap optimal. Kabel SUTT yang dipindahkan memiliki tegangan tinggi yang dapat berpotensi menjadi risiko jika tidak ditangani dengan benar saat melintas di atas jalur kereta.
Target penyelesaian proyek pemindahan kabel ini ditetapkan pada 12 Maret 2026. Setelah tanggal tersebut, KCIC berencana untuk kembali menata jadwal kereta cepat seperti semula, yaitu dengan jumlah perjalanan yang lebih banyak dan waktu keberangkatan yang lebih variatif. Namun demikian, pihak KCIC akan tetap meninjau perkembangan dan keamanan jalur untuk memastikan tidak ada hambatan operasional yang dapat menimbulkan gangguan saat operasional normal kembali berjalan.
Dengan penyesuaian ini, diharapkan semua proses dapat berjalan tanpa mengurangi kenyamanan dan keselamatan penumpang yang menggunakan kereta cepat rute Jakarta–Bandung. KCIC menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga mutu layanan dan melakukan koordinasi terus-menerus hingga jadwal operasional sepenuhnya kembali normal.